h1

ICT Expo Indonesia 2008

May 17, 2008
Tayang : Minggu, 18 Mei 2008
Narasumber : Giri Suseno (Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia)
Suhono Harso Supangkat (Staf Khusus Menkominfo)

Indonesia sudah mulai melangkah menuju “e-nation”, di mana berbagai aktivitas di segala bidang dilakukan secara elektronik dan digital.

Untuk mencapai “e-nation” tersebut Indonesia memerlukan dukungan dari berbagai pihak yang bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi secara global.

ICT Expo dan e-Indonesia Summit 2008 adalah even yang mendukung semua pihak yang terlibat dalam ICT untuk berperan lebih global .

Sekitar 150 peserta berasal dari instansi pemerintah, swasta, asosiasi, industri, dan media baik dari dalam maupun luar negeri akan tampil dalam pameran tersebut.

Event tahunan ICT Expo Indonesia 2008 yang diselenggarakan untuk kedua kalinya ini berupa ajang pameran dan forum konferensi yang berfokus pada teknologi informasi, animasi, broadcasting, komunikasi, dan konvergensi digital.

Pada ajang ini dipamerkan perkembangan teknologi IT tercanggih dengan target audien “b to b” atau business to business, berasal dari pemerintah, industri, profesional,
dan swasta.

Pameran ini diselenggarakan di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta selama 4 hari dari tanggal 21 hingga 24 Mei 2008.

Apresiasi terhadap peserta yang berprestasi pada perkembangan dunia IT di indonesia akan diwujudkan dalam bentuk pemberian international award kepada perusahaan dan perorangan.

Metro TV di ICT Expo 2008

Metro TV sebagai tv official pada ajang bergengsi ini akan berperan serta dengan menggelar berbagai kegiatan, yaitu pada tanggal 21 Mei 2008 akan diselenggarakan lomba presenter program e-Lifestyle dan I-Witness.

Pada tanggal 22 Mei 2008 diselenggarakan klinik tentang virus komputer dengan Anton Pardede dari PC Media sebagai narasumber.

Pada tanggal 23 Mei 2008 , akan berlangsung klinik tentang internet murah, linux, dan VOIP bersama pakar IT Kang Onno Purbo.

Di hari terakhir Expo pada tanggal 24 Mei 2008, program citizen journalism Metro TV, yaitu I-Witness akan menggelar diskusi bagaimana membuat berita tv, membuat gambar yang baik, dan proses editng dengan narasumber dari Metro TV.***

h1

Software Pendidikan

May 9, 2008
Tayang : Minggu, 11 Mei 2008
Narasumber : Ir Lilik Gani, Msc, PhD (Kepala Pusat TIK Depdiknas)
Hary S. Chandra (Pembuat Software Pendidikan)

Proses belajar mengajar di sekolah adalah proses transfer ilmu pengetahuan formal dari guru kepada murid-muridnya. Guru di depan kelas mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan dengan menjelaskannya secara lisan dan menuliskannya di papan tulis dengan dibantu alat peraga.

Proses menjelaskan ini menuntut teknik berkomunikasi yang baik, agar siswa dapat menyerap materi yang disampaikan.

Pelajaran-pelajaran eksakta, misalnya fisika, matematika, dan kimia, sejak dulu sudah dianggap sebagai pelajaran yang sulit. Hanya beberapa murid yang berprestasi tinggi pada pelajaran-pelajaran ini.

Teknologi informasi dianggap dapat memberikan alternatif proses belajar mengajar secara interaktif dan tidak membosankan.

Salah satu terobosanya adalah dengan banyak diciptakannya berbagai macam software pendidikan untuk tingkat sekolah dasar hingga menengah.

Produsen software pendidikan membuat software ini dengan melibatkan guru untuk menentukan konten, tim grafis, animator, programer, sehingga menghasilkan software interaktif yang siap mendidik murid.

Dengan tampilan menarik ditunjang animasi dan juga games edukasi berupa soal-soal –yang secara interaktif dimainkan murid– diharapkan pelajaran eksakta yang sulit dan membosankan menjadi menarik bagi murid.

Software pendidikan ini merupakan salah satu contoh e-learning. Proses belajar mengajar dengan metoda seperti ini tentu menuntut penggunaan komputer bagi pendidik dan murid-muridnya. Guru pun dituntut lebih melek teknologi informasi.

Dari software pendidikan diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih menarik/tidak membosankan.***

h1

Ragam Aksesori Ponsel

May 5, 2008
Tayang : Minggu, 05 Mei 2008
Narasumber : Samudro Seto (Product Group Marketing Mgr SE Ind.)
Halim (User/Karyawan Swasta)

Sony Ericsson Indonesia fokus mengembangkan aksesori ponsel. Ini dibuktikan dengan banyaknya produk baru yang dikeluarkan. Saat ini aksesori dari ponsel tidak lagi sekadar baterai, casing, ataupun charger. Tapi ada jenis lainnya, yang terbagi menjadi 3 katagori. Yang pertama adalah aksesori untuk konektivitas bluetooth pada multimedia, speaker untuk ponsel, dan konektivitas mobile internet.

Konektivitas bluetooth digunakan untuk menghubungkan ponsel dengan headset dan jam tangan. Kita dapat melihat daftar lagu pada jam tangan dan memainkan lagu serta mengatur volume pada jam tangan ini. Bagi penikmat musik, perangkat music desk stand menjadikan ponsel Anda sebagai perangkat stereo system yang dapat digunakan di rumah, di tempat kerja, maupun untuk bepergian.

Cukup dengan menghubungkan ponsel anda ke music desk stand ini, suara stereo dengan kualitas bass yang optimal dapat Anda nikmati. Frekuensi radio dapat pula ditangkap, karena perangkat ini dilengkapi dengan antena di dalamnya.

Speaker wireless bluetooth memudahkan kita untuk memindahkan speaker ini tanpa tergantung pada kabel lagi. Sedangkan perangkat GPS HGE-100 dapat digunakan pada semua tipe ponsel Sony Ericsson, dan berfungsi seperti stereo handsfree yang portabel. Produk ini adalah alat navigasi GPS pertama yang digabungkan dengan handsfree. Fitur HGE-100 juga menawarkan kemampuan navigasi lengkap dengan instruksi suara dan teks.

Bagi pengguna internet, kita dimudahkan dengan adanya wireless USB datacard, di manapun dan kapanpun, kita dapat melakukan koneksi internet dan SMS secara mobile melalui laptop dengan menggunakan teknologi HSDPA, UMTS, dan USB modem.***